Penulis: Iyus Rusliana Penerbit: Kiblat, 2002, 320 hal.
Wayang Wong Priangan pernah hidup di-dan digemari oleh- kalangan menak dan rakyat Sunda sejak jauh sebelum kemerdekaan hingga akhir 1960-an. Sebagai tontonan yang sarat tuntunan, wayang wong Priangan dahulu menghidupi rombongan -rombongan wayang wong dikalangan rakyat. Ini dapat dimaklumi karena wayang wong Priangan adalah sebuah sajian pentas dramatari yang melibatkan dalang, penari, nayaga, pesinden, dan tenaga-tenaga pendukung lainnya. Wayang wong priangan mengajak pembaca menelusuri kehidupan wayang wong priangan sebagai kesenian tradisi khas Priangan yang menggabungkan berbagai unsur seni.
|